Paganisme: Sekuler

Posted on Oktober 12, 2007. Filed under: Opini | Tag:, , |

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dan salawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi dan Rasul yang Mulia, Nabi kita Muhammad, dan juga keluarga serta semua Shahabat-shahabatnya.

Ini ada sebuah risalah singkat berkaitan dengan beberapa prinsip dimana Muslim akan bisa membedakan antara Diennya yang mulia dan paganisme baru – syirik modern yang disebut “sekulerisme” (al Ilmaaniyyah) – dengan begitu Muslim bisa meninggalkan dan membersihkan itu dan pengikutnya dari “sekuleris” (Al Ilmaaniyyuun).

Juga, dengan begitu Muslim bisa berlepas diri (1-Baraa’ah) dari mereka, menolak mereka (2-Takfir), memusuhi (3-‘Adaawah) mereka, menghina mereka (4-Baghdhaa’), dan memerangi (5-Jihaad) melawan mereka, apakah mereka sarjana, ilmuwan, politikus, penguasa, jurnalis, orang kaya, para perwakilan, pemerintahan, organisasi dan sebagainya.

Selanjutnya empat prinsip tersebut adalah:

1.      Musyrikun yang dimana RasuluLlah SAW telah diutus kepada mereka, mereka juga percaya bahwa tidak ada satupun yang mempunyai Rububiyyah kecuali Allah.

Allah SWT berfirman:

“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah.” Maka katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS Yunus, 10: 31)

“Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?” Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?” Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?”” (QS Al Mu’minun, 23: 84-89)

“Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (QS Yusuf, 10: 106)

Sekalipun mempunyai tauhid Rububiyyah hanya kepada Allah, ini tidak memasukkan mereka kedalam Islam. Rasulullah SAW memerangi mereka dan mentakfir mereka.

Dan orang-orang sekuler juga beriman kepada Rububiyyah Allah. Mereka bahkan mempunyai beberapa Ibadah, tetapi ini masih belum memasukan mereka ke dalam Islam. Lain halnya dengan ekstrimis, mereka lebih keras kerena mereka mengatakan “Laa Ilaah, Laa Rabb” dan hidup hanya materi saja.

2.       Rasulullah SAW datang kepada suatu kaum yang mempunyai berbagai legislasi dan hukum yang mereka gunakan untuk mengadili mereka pada saat ada perselisihan dan di sisi lain; mereka juga mempunyai kebiasaan yang jahil yang dahulu mereka ikuti. Tetapi mereka mematuhi perintah Allah, tidak juga mengikuti petunjukNya.

Maka Rasulullah SAW menolak mereka dan memerangi mereka, dan tidak menganggap mereka sebagai Muslim.

Dan dari legislasi mereka adalah apa yang ditemukan dalam firman Allah:

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” (QS Al An’aam, 6: 121)

Dan Allah juga berfirman berkaitan dengan kaum Quraisy dan orang-orang yang mengikuti mereka:

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (QS Asy Syura, 42: 21)

Dan orang-orang Sekuler, mereka mempunyai legislasi, hukum-hukum, dan pengadilan daerah dan nasional juga internasional yang mengada-ada. Mereka menggunakan ini untuk mengadili diri mereka. Dan mereka juga mempunyai kebiasaan jahil yang disebut “peradaban”, dan “pembangunan”. Tetapi mereka tidak mematuhi perintah Allah, tidak juga mengikuti petunjukNya. Selanjutnya, tidak ada jalan kecuali mentakfir mereka dan mengingkari mereka.

3.      Rasulullah SAW datang kepada suatu kaum yang menjadikan Dien lebih sedikit daripada aktualnya. Sebagai contoh,  mereka beribadah kepada Allah pada waktu sukar. Tetapi pada saat mereka dalam kemudahan, mereka melakukan syirik.

Allah SWT menginformasikan kepada kita:

“Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” (QS Al Ankabut, 29: 65)

“Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami.” Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah,…”(QS Al An’aam 6:136)

Sebagaimana orang-orang sekuler, mereka beribadah kepada Allah di Masjid di bulan Ramadhan, pada saat menikah dan perceraian dan momen penting lainnya. Dan disamping itu, mereka kembali pada legislagi mereka, dan kebiasaan jahil mereka.

4.   Rasulullah SAW datang kepada Musyrikin disaat mereka menyembah banyak hal yang berbeda. Mereka adalah orang-orang musyrik (penyembah berhala). Ada yang menyembah malaikat dan jin. Ada yang menyembah bintang dan api. Ada yang menyembah ‘Isa Bin Maryam dan Nabi-nabi lainnya, dan orang shaleh.

Tetapi Rasulullah SAW tidak membedakan mereka satu dengan lainnya. Semua dari mereka di dicap dengan kufur, dan mereka semua diperangi.

Orang-orang sekuler sama seperti mereka yang mempunyai banyak hal yang mereka sembah. Dan mereka adalah kelompok yang mereka beri nama dengan nama Ma’bud mereka (mereka yang disembah). Ada yang menyembah orang-orang Amerika. Ada yang menyembah orang-orang Eropa. Ada yang menyembah orang-orang Rusia. Ada yang menyembah tata dunia baru. Ada yang menyembah para penguasa. Ada yang menyembah patriotisme, nasionalisme, dan ras mereka. Ada yang menyembah kepemimpinan mereka. Dan tidak ada bedanya antara mereka alias kufur, dan murtad (dengan orang-orang Pagan Arab).

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: